Perokok, Sayangi Ginjal Anda

Para dokter telah mengetahui bahwa merokok dapat menambah resiko penyakit ginjal pada penderita diabetes. Sekarang ini, hasil penelitian menunjukkan merokok menjadi penyebab bahaya potensial perubahan fungsi ginjal pada orang sehat.

Hasil penelitian yang di publikasikan Annals of Internal Medicine, kelompok peneliti dari Belanda meneliti urin dan contoh darah lebih dari 7.000 orang dengan usia antara 28 sampai dengan 75 tahun. Partisipan dipisah dalam 3 grup: bukan perokok, pecandu rokok, dan mantan perokok (mantan perokok diartikan sudah tidak merokok paling tidak setahun)

Dibandingkan dengan bukan perokok, para pecandu rokok dan mantan perokok mempunyai kadar substansi yang disebut albumin, dan respon tubuh lebih lambat dalam proses pembuangan zat tidak berguna dari tubuh seperti creatinine. Kadar albumin yang tinggi dalam urin dan kelambatan pembuangan creatinine dari tubuh adalah indikasi awal dari ketidaknormalan fungsi ginjal, tapi banyak orang tidak mengetahui bahwa mereka mengalami problem ginjal dikarenakan kondisi ini tidak menimbulkan indikasi yang nyata.

Penelitian lain menunjukkan penderita diabetes mengalami perubahan fungsi ginjal jika mereka pecandu rokok, tapi hasil penelitian sekarang ini yang ditonjolkan adalah merokok berakibat buruk pada ginjal bahkan jika anda dalam kondisi sehat sekalipun, bukan hanya bagi penderita diabetes. Para peneliti menduga substansi beracun dalam asap rokok menjadi penyebab.

Penelitian yang dipimpin Sara-Joan Pinto Sietsma, MD didukung kolega dari University Hospital Groningen and Groningen University Institute for Drug Exploration di Groningen, Belanda. Para peneliti mengkonsentrasikan perhatian bahwa ketika mereka menemukan hubungan antara merokok dengan perubahan fungsi ginjal, hasil penelitian sementara partisipan tidak mengidap penyakit ginjal. Jadi hasil ini harus dikonfirmasikan dalam penelitian yang lebih mendalam, dengan periode waktu lebih lama.

Kabar baik bagi mantan perokok yaitu hanya sebagian kecil menjadi pengidap penyakit ginjal jika dibanding pecandu rokok, memberikan semangat bagi para pecandu untuk segera menghentikan kebiasaan karena perubahan fungsi ginjal terjadi sementara dan bisa pulih kembali jika berhenti merokok.

Anggota dari National Kidney Foundation’s komite edukasi publik seperti dikutip Webmd menyatakan penelitian diabetes menunjukkan membutuhkan waktu sekitar setahun dari pecandu berhenti merokok sampai kadar albumin turun ke kondisi normal. Karena jika kadar albumin tetap tinggi, situasi serius yang disebut microalbuminuria akan timbul.

“Kami telah mengetahui bahwa microalbuminuria merupakan manifestasi awal dari penderita diabetes yang membahayakan ginjal,” Les Spry, MD menyatakan. “Dan kami prediksikan bahwa pada akhirnya akan merusak ginjal secara total”. Jika ini telah terjadi hanya ada dua pilihan yaitu cuci darah secara berkala atau transpantasi ginjal.

Penderita diabetes yang memiliki microalbuminuria, biasanya membutuhkan waktu 5 sampai 10 tahun sebelum penyakit ginjal beranjak serius. Spry mempunyai teori bahwa bagi bukan penderita diabetes yang mempunyai microalbuminuria membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang menjadi penyakit ginjal serius.

Spry menandaskan, hasil penelitian ini menjadi peringatan lain para pecandu rokok bahwa jika kebiasaan mereka tidak dihentikan akan membahayakan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s